PayTren Menembus Dunia

Menembus Dunia Melalui SEMANGAT INDONESIA

Event ini dihadiri oleh Managing Director Treni Hari Prabowo, SE , Dr Deddi Nordiawan, SE., Aa., MM sebagai Direktur Keuangan Treni dan Direktur WHBS (Wisata Hati Business School) serta Lili Tjahyadi Theanggara berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi yang diperlihatkan para mitra yang berjumlah kurang lebih 500 orang.

Kehadiran PayTren bagi para mitra di Taiwan dan Hongkong juga memberikan kemudahan bagi para mitra yang berdomisili disana terutama dalam bertransaksi, seperti transfer uang ke kampung halaman, membayar tagihan BPJS, PDAM, membeli token listrik, tiket pesawat, kereta, asuransi dan lainnya antar keluarga, kolega dan kerabat.

Sejauh ini para mitra di Taiwan dan Hongkong cenderung melakukan transaksi lebih besar dan kontinyu. Tentu membutuhkan strategi marketing yang khusus demi mempertahankan kuota mitra yang sudah aktif bahkan bisa melebarkan sayap untuk meraih lebih banyak lagi mitra-mitra baru.

Karakter komunitas pekerja di Taiwan dan Hongkong memiliki kultur ke-Indonesiaan yang sangat kuat dan menjadi benefit bagi penyebaran bisnis PayTren di kedua negara tersebut. Aspek inilah yang mempeluangi PayTren untuk membangun jejaring melalui komunitas kemitraan. Para pekerja Hongkong mempunyai keberagaman tipikal yang berbeda dengan negara lainnya. Meski sebagian besar banyak bekerja paruh waktu dan bekerja tetap sebagai asisten rumah tangga, namun mereka lebih punya kebanggaan dan bergengsi.

Kecenderungan sosial ini kemudian turut memberikan kontribusi kepada perkembangan PayTren di negara ini. Setidaknya mereka bisa menjadi lebih efisien dan berhemat dalam melakukan transaksi serta menambah wawasan dalam berbisnis. Inilah yang disadari betul oleh Hari Prabowo SE, bahwa mitra di Negeri Seberang ini tidak hanya membutuhkan aspirasi dalam berkomunitas dan berbisnis namun jauh daripada itu, yakni pengakuan sosial.

Menyelamatkan Negeri

Indonesia yang negara agraris saat ini harus mengimpor beras dari sejumlah negara di belahan dunia. Rakyat enggan utuk bertani. Siapa yang tahan menanggung nasib seperti petani di era sekarang?

Menyelamatkan Negeri dengan Kekuatan Sedekah

Kerja sangat keras, banting tulang, tetap saja hasil yang diperoleh pas-pasan. Makanya, jangan heran, kalau sekarang banyak petani yang menjual sawah dan ladangnya demi memenuhi hidup. Kesejahteraan petani terabaikan. Gambaran hamparan sawah dengan padi menguning, nyaris menjadi deskripsi minim. Kini sawah telah berubah menjadi ladangladang perumahan real estate yang harganya selangit. Sawah dibeli murah, ketika unitunit perumahan berdiri, dijual dengan biaya selangit. Akankah kita diamkan kondisi ini terus terjadi? Tentu saja tidak. Berbagai upaya tengah dilakukan sejumlah kalangan untuk mengembalikan kejayaan dan kemakmuran negeri ini. Satu di antara upaya tersebut bisa dilihat dari gerakan yang dilakukan Ustad Yusuf Mansur. Ustad muda tersebut tengah merintis amalan sedekah untuk menciptakan kesejahteraan ummat bertajuk, sedekah produktif. Kita ketahui, Sedekah merupakan salah satu amal ibadah yang dicintai Rasulullah saw, bukan hanya karena perintah Allah SWT, dalam Al-Quran namun juga karena sedekah memiliki banyak keutamaan dan makna yang luas yaitu membelanjakan “harta” di jalan Allah SWT.

 

Sedekah memiliki banyak keutamaan, bahkan mampu mewujudkan langkah produktif untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, termasuk di dalamnya menyelamatkan lahan di Negeri ini.

Harta yang dimaksud di sini tidak hanya berupa uang melainkan segala bentuk amal baik yaitu berguna bagi orang lain atau bahkan bagi diri sendiri. Sedekah Produktif disini memiliki makna yang mengedepankan langkah produktif. Artinya sedekah yang diberikan itu sebagai umpan untuk kemudian dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Bukan hanya untuk dirinya namun juga bisa memberi pada yang lain.

“Sedekah produktif ini merupakan langkah untuk menyelamatkan lahan agar tidak dikuasai oleh pengembang-pengembang,” tutur Ustad Yusuf Mansur, saat memberikan tausiyah pada Kajian Bulanan, di Masjid Istiqlal, belum lama ini. Sedekah poduktif ini sendiri terinspirasi dari seoarang kawan yang ingin menjual lahannya seluas 156 hektar. “InsyaAllah, lahan ini akan kita buat sebaik-baiknya tempat. Kita bikin Pesantren Agro, peternakan, kandang sapi, kambing, persawahan, perkebunan jati. Lokasinya terletak di daerah Panimbang, Pandeglang.

Pria yang akrab disapa UYM ini berharap langkah ini mampu menorehkan sejarah bahwa, ada tanah di bumi Indonesia yang kita selamatkan, tidak dimiliki oleh Hamba dunia. Tapi, dimiliki oleh ummat, masyarakat, rakyat, dengan skema sedekah, infaq. “Jadi, bergerak ya, ini lahan dakwah. Saling berlomba dah, dakwah. Jatuhnya, tetap sedekah, anggap saja beli pulsa. InsyaAllah. Terima kasih, kita awali sedekah produktif era baru,” tandasnya. Untuk merealisasikan harapan tersebut, Ustad Yusuf Mansur berencana membuat program simpul sedekah. Simpul sedekah ini merupakan orang per orang yang mengkoordinir pergerakan langsung di tengah masyarakat.

Dengan melayangkan kupon kopon sedekah. Saya kepengen sarapan atau makan malam bareng dengan para simpul-simpul sedekah ini di rumah saya setiap bulan. Para simpul sedekah ini report langsung ke saya,” ujar UYM di hadapan mitra PayTren belum lama ini. Dengan begitu apa yang diharapkan mampu berjalan maksimal dan bisa menyelamatkan Negeri. Sehingga keadilan sosial bagi seluruh masyrakat Indonesia benar-benar bisa diwujudkan. Semoga.

PayTren – Madhang – Grab

Grab dan PayTren Jalin Kerja Sama Strategis dengan Perusahaan Rintisan di Bidang Pesan Antar Makanan Rumahan Asal Semarang, Madhang.id

  • Grab berikan dukungan layanan pengiriman GrabExpress bagi Madhang.id
  • PayTren berikan dukungan layanan pembayaran mobile bagi Madhang.id
  • Grab gelar “Setahun Grab Jawa Tengah” sebagai apresiasi kepada para mitra pengemudi berprestasi atas loyalitas dan kinerja yang luar biasa

Semarang, 28 Januari 2018 – Grab, platform penyedia layanan transportasi on-demand dan pembayaran mobile terdepan di Asia Tenggara, hari ini mengumumkan kerja sama strategis dengan Madhang.id, salah satu perusahaan rintisan di bidang pesan antar makanan rumahan asal Semarang. Penandatanganan perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak memungkinkan Madhang.id dan Grab untuk mengintegrasikan kekuatan teknologi Grab yang terdapat dalam aplikasinya dengan aplikasi pesan antar Madhang.id. Kerja sama tersebut akan meliputi kerja sama dalam infrastruktur digital, infrastruktur pengantaran makanan, promosi program rewards dan layanan Grab for Business.

Pada saat yang sama, PayTren, salah satu aplikasi pembayaran dan transaksi mobile terkemuka di Indonesia, juga melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Madhang.id untuk mengintegrasikan fasilitas pembayaran secara online yang dimiliki PayTren dengan aplikasi Madhang.id. Melalui integrasi ini para pelanggan Madhang.id akan dapat melakukan pembayaran makanan yang dipesan melalui Madhang.id dengan menggunakan PayTren. Penandatanganan kerja sama diantara ketiga pihak ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama Grab dan PayTren yang dicetuskan pada Desember 2017 lalu untuk mendorong pembangunan ekonomi yang berbasis partisipasi masyarakat luas sebagai pelaku usaha dan percepatan persebaran lapangan usaha digital di Tanah Air sebagai dampak dari kemajuan ekonomi digital.

Kaesang Pangarep, Lead Marketing Madhang.idmengatakan, “Melalui kemitraan dengan Grab, Madhang.id akan mendapatkan banyak manfaat dalam hal pembuatan dan pengaktifan penanda lokasi digital untuk setiap tenant aplikasi Madhang.id, pengaktifan slot digital yang bisa dimanfaatkan tenant aplikasi Madhang.id untuk memungkinkan pelanggan Madhang.id menikmati layanan pesan antar makanan melalui GrabExpress, serta beberapa manfaat lainnya dalam hal promosi dan rewards serta Grab For Business bagi karyawan kami. Disaat yang bersamaan kami juga berharap semakin banyak masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga yang telah menjadi tenant kami untuk mendapatkan akses dan manfaat dari berbagai macam layanan Grab yang telah hadir di lebih dari 100 kota di Indonesia.”

“Kami sangat gembira dapat mendukung usaha Madhang.id dalam hal pembayaran mobile yang merupakan kekuatan utama dari aplikasi PayTren. Sebagai salah satu pelaku usaha dunia Financial Technology, pemberdayaan UMKM seperti Madhang.id memang sudah menjadi core business PayTren dalam pemberdayaan umat, kami memiliki visi yang sama akan masa depan Indonesia. Dengan jangkauan kemitraan yang dimiliki oleh PayTren sudah nationwide, kami ingin memberdayakan kalangan menengah Indonesia dan membantu mereka memperoleh penghasilan tambahan dengan memanfaatkan ekonomi digital.” papar Ustadz Yusuf Mansur, Founder & Owner PayTren.

Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia mengatakan, “Kemitraan dengan Madhang.id sejalan dengan komitmen Grab dalam masterplan 2020 “Grab For Indonesia” untuk mendukung perusahaan rintisan/startup yang berfokus pada industri  layanan mobile dan teknologi dengan penekanan layanan di kota-kota kecil dan komunitas yang belum merasakan manfaat dari ekonomi digital. Kami juga melihat bahwa kerja sama ini juga mendukung usaha kami untuk membawa peluang ekonomi digital kepada kelas ekonomi menengah baik di daerah perkotaan maupun pedesaan di Tanah Air seperti yang telah kami lakukan bagi 2,3 juta mitra pengemudi di Asia Tenggara. ”

Penandatangan kerja sama antara ketiga pihak ini dilaksanakan di sela-sela acara “Setahun Grab Jawa Tengah” di Kantor Gubernuran, Semarang sebagai perayaan satu tahun kehadiran Grab di Jawa Tengah. Acara ini merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras dan komitmen para mitra pengemudi di Jawa Tengah yang telah turut berpartisipasi dalam mendorong pencapaian luar biasa Grab di Tanah Air.

Sebagai bagian dari komitmennya untuk meningkatkan kualitas hidup para mitra pengemudi dan keluarganya dan pengakuan atas kontribusi mereka kepada perusahaan, Grab mengaungerahkan penghargaan kepada puluhan mitra pengemudi GrabCar dan GrabBike terbaik di wilayah Semarang.

“Kerja sama Para mitra pengemudi kamilah yang telah membentuk Grab menjadi penyedia layanan transportasi terpercaya di Indonesia. Kami berterima kasih atas dukungan dan kerja keras para mitra pengemudi di Jawa Tengah yang telah berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dan menjunjung tinggi standar keselamatan Grab.” lanjut Ridzki.

Saat ini, Grab menyediakan layanan GrabCar, GrabBike, GrabTaxi dan GrabFood untuk menjawab kebutuhan masyarakat Jawa Tengah akan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan juga terjangkau. Layanan Grab dapat dinikmati di seluruh kabupaten di Jawa Tegah yang mencakup Pati Raya, Semarang Raya, Pekalongan Raya dan Banyumas Raya.

MENUNGGU DAN MENEMUI

Kegiatan saya, sebagai PayTren 1, hehehe, praktis adalah kegiatan lobying. Meeting meeting. Ketemu ketemu. Sama orang2 penting negeri ini. Dan sama orang2 berpengaruh negeri ini.

Dan itu, tiap hari. Sebab irisannya, banyak. Baik terkait dengan regulasi, kebijakan, peraturan, hingga kemudian ke pengembangan dan kerjasama2 bisnis. Dalam dan luar negeri.

Atas nama 2jt warga PayTren, dan ratusan karyawan. Dengan ekosistem warga&karyawan yang banyak sekali bilangannya. Saya mau melakukan hal ini. Karena Allah. Dengan Izin Allah. Dan kemudian manfaatnya, kita semua berdoa, agar diperluas dan diperbesar, untuk seantero jagad manusia dan makhluknya Allah.

Saya tau. Pak Hari, sbg Man Behindnya PayTren, malah lebih lagi ketimbang saya. Sebab masih harus melakukan hal2 teknis.

Btw…

Menunggu dan Menemui.

Dua pekerjaan yang sungguh engga saya banget. Bukan guwe banget.

Saya DNA nya, ditunggu dan ditemui. Hehehe

Namun semua harus tawadhu’. Harus sadar posisi. Harus bersyukur dan mensyukuri positioningnya. Sehingga tidak timbul bosan, letih, dan malesnya. Pekerjaan ini, adalah pekerjaan yang harus dilakukan dengan ikhlas.

Hari ini, Kamis, 18 Jan 2018, saya seperti hari2 sebelumnya. Menemui dan Menunggu. Yakni menemui dan menunggu orang paling berpengaruh di negeri ini. Plus 1-2 layer di bawahnya. Dan orang2 di sekitarnya.

Lompat sana. Lompat sini. Pindah sana. Pindah sini. Menyesuaikan berkali2. Hingga malah tak enak sendiri dengan ring 1 nya, sebab koordinasi serasa hampir tiap saat, berubah.

Namun saya masih harus setia dengan menunggu dan menemui.

Ya. Senjatanya, cuma sabar, ga bawel, tau diri, tau rasa, bahwa yang berkepentingan adalah kita, ga memaksa. Hingga bahkan, saat tengah malam nanti, diputuskan: “Kita coba besok ya Pak Ustadz…”, maka menunggu dan menemui, ga boleh menjadi hal yang males untuk dilakukan. “Ah, ntar kayak kemaren2.”

Ga boleh.

Tapi… Sebagaimana biasa juga… Sungguh saya lbh merasa ga adil. Sudah segitunyakah saya dengan Allah?

Menunggu-Nya, dan Menemui-Nya?

Effort menunggu dan menemui-Nya, seperti saya menunggu dan menemui Yang Kuasa?

Saya tau jawabannya. “Rasanya engga.”

Bahkan pada masjid dengan jarak terdekat saja, saya engga keliatan ada usaha untuk berkorban mencapai-Nya, menunggu-Nya, dan menemui-Nya.

Bahkan, u/ dhuha dan tahajjud, another grand meeting, dengan Yang Memegang Segala Izin dan Opportuniti Bisnis, saya pun tidak menyediakan waktu, perhatian, tenaga, dan konsentrasi terbaik.

“Jika sempat.”

Begitu judulnya.

Ah… Manusia…

Ga ngerti posisi dan kedudukan di mata Allah. Tapi tau jika antar-manusia. Ampun.

Bila pekerjaan menunggu dan menemui ini, tidak bisa jd ibadah, dan jika tidak melihat kepentingan dan kebaikan seluruh keluarga besar PayTren: karyawan dan pengguna, niscaya saya sudah balik kanan. Dan memilih mengerjakan pekerjaan-pekerjaan lain yang lebih keliatan daripada menunggu dan menemui.

Triring doa dan kebaikan buat semua karyawan dan pengguna PayTren.

Sesungguhnya, siapapun kegiatannya tiap hari, adalah: menunggu dan menemui.

Tinggal siapa yang ditunggu olehnya? Dan siapa yang ditemuinya.

Salam.

Yusuf Mansur.